Narasi Cerita
Baca kisah ini
Di awal waktu, ketika langit dan bumi belum menyatu, semesta masih sunyi. Tidak ada kehidupan, tidak ada manusia, dan belum ada kisah yang diwariskan. Dunia masih kosong, menunggu untuk diisi oleh makna.
Dalam kepercayaan masyarakat Bugis, alam semesta terbagi menjadi tiga lapisan: dunia atas (Botting Langi'), dunia tengah (Ale Kawa), dan dunia bawah (Peretiwi). Ketiganya membentuk keseimbangan kosmos yang menjadi dasar kehidupan.
Dari dunia atas, para dewa memandang kehampaan di dunia tengah. Dalam kesepakatan kosmik, mereka berkata: "Sudah saatnya dunia diisi kehidupan." Sejak saat itu, kehidupan mulai hadir. Dunia tidak lagi sunyi. Dari sinilah kisah besar dalam La Galigo bermula, sebuah epos panjang yang menjadi fondasi budaya dan identitas masyarakat Bugis.
Namun, kisah ini tidak berhenti pada penciptaan dunia. Kisah ini berkembang menjadi perjalanan manusia, konflik, dan pencarian makna hidup. Dan di antara semua kisah itu, muncul satu tokoh yang menjadi pusat cerita...